Jumat, 13 Desember 2013

Senin, 30 September 2013

Program,Algoritma,Flowchart Akar-akar persamaan kuadrat

Program,Algoritma,Flowchart Akar-akar persamaan kuadrat

Algoritma : 

Deklarasi

       A,B,C  :integer    {koefisien-koefisien persamaan}
       disk     : longlint  {nilai diskriminan}
       x1,x2    : real      {nilai-nilai akar untuk disk>=0}

Deskripsi

       read (A,B,C)
       disk B*B-4*C
       if(A=0) then write (‘bukan persamaan kuadrat’)
       else if disk > 0 then

                        x1 (-B+ sqrt (disk)/2*A
                        x1 (-B+ sqrt (disk)/2*A
       else if disk = 0 then
                        x1 (-B/2*A
                        x2 (x1
       else write (‘Akar imajiner’)
       end if
       write (x1,x2)

Flow chart
  Source code

#include <cstdlib>
#include <iostream>
#include <math.h>


using namespace std;
class Akar {
friend ostream& operator<<(ostream&, Akar&);
    friend istream& operator >> (istream&, Akar&);

public:
     Akar ();
     int disk(){ return B*B-4*A*C; }
     float akar1() { return (-B+sqrt(disk ()))/(2*A);
     }    
     float akar2() { return (-B-sqrt(disk ()))/(2*A);
     }
     void hitung_Akar ();
     void cetak_disk () { cout << " diskriminan = " << disk () << endl; }
     void cetak_Akar(){
          cout<<"x1 = "<<akar1 ()<<endl;
          cout << " x1 =" << akar2 () << endl;
     }
  private:
          int A,B,C ; // input.
          float x1,x2 ; // akar 1 dan akar 2.
};
          ostream& operator << (ostream& out, Akar& keluaran) {
           keluaran.cetak_disk ();
           if (keluaran.disk () >=0) keluaran.cetak_Akar();
           else cout << "akar imajiner ";
               return out ;
  }
          istream& operator >> (istream& in, Akar& masukkan) {
           cout << "kooefisien pangkal 2 : " ; in >> masukkan.A ;
           cout << "kooefisien pangkal 1 : " ; in >> masukkan.B ;
           cout << "kooefisien pangkal 0 : " ; in >> masukkan.C ;
          return in ;
     }
          Akar :: Akar () {
           cout << " menghitung akar persamaan kuadrat\n" ;
          
    }
      void Akar :: hitung_Akar () {
        if ( A==0) {
             cout << " bukan persamaan kuadrat.\n " ;
             cout << " Harga akar = " << -C/B; }
             else {
        if (disk ()> 0) {
           x1 = akar1 ();
           x2 = akar2 ();
        }
         else if (disk() == 0) {
           x1 = akar1 ();
           x2 = x1 ;
       }
      }
    }

int main(int argc, char *argv[])
{
         Akar kasus ;
         cin >> kasus ;
         kasus.hitung_Akar ();
         cout << kasus;
             
    system("PAUSE");
    return EXIT_SUCCESS;

}



Program Konversi nilai dalm bentuk class


Algoritma


Deklarasi


 nilai               : integer
 nilai huruf  :  char


Deskripsi


 read (nilai)
if(nilai>0)and (nilai<=20)then nilai_huruf =E
else if(nilai>20)and (nilai<=40)then nilai_huruf =D
else if(nilai>40)and (nilai<=60)then nilai_huruf =C
else if(nilai>60)and (nilai<=80)then nilai_huruf =B
else nilai_huruf=A
endif
write (nilai_huruf)


source code



#include <cstdlib>
#include <iostream>
#include <conio.h>

using namespace std;
    class Nilai {

           friend ostream& operator << (ostream&, Nilai&);
           friend istream& operator >> (istream&, Nilai&);
 public:
        Nilai() {};
        void konversikan() {
             if ((nilai > 0)&&(nilai <=20))
                 nilai_huruf='E';
             else if ((nilai > 20)&&(nilai <=40))
                 nilai_huruf='D';
             else if ((nilai > 40)&&(nilai <=60))
                 nilai_huruf='C';
             else if ((nilai > 60)&&(nilai <=80))
                 nilai_huruf='B';
             else nilai_huruf ='A';
        }
        private:
         int nilai;
         char nilai_huruf;
      
};
        istream& operator >> (istream&in, Nilai& masukkan) {
            cout << " Masukkan nilai angka =";
            cin >> masukkan.nilai;
            return in;
};

  ostream& operator<<(ostream& out,Nilai& keluaran) {
           out << "nilai angka : " << keluaran.nilai << endl;
           out << "nilai huruf : " << keluaran.nilai_huruf;
           return out;
}
int main(int argc, char *argv[])
{
  {
                Nilai angka;
                cin>> angka;
                angka.konversikan();
                cout<<angka;
}

    system("PAUSE");
    return EXIT_SUCCESS;
}

Selasa, 24 September 2013

Dasar Pengukuran (modul1)

BAB  I
DASAR – DASAR PENGUKURAN
( MI )

1.1.            TUJUAN
1.      Mempelajari cara pemakaian jangka sorong dan micrometer
2.      Mengukur panjang, lebar, tinggi dan diameter beberapa benda ukur.
3.      Memahami konsep angka penting
4.      Mempelajari cara pengolahan data menggunakan analisi kesalahan.

1.2.            LANDASAN TEORI
Fisika dengan induk mekanika fluida hidrolik alat berat memerlukan pengukuran yang sangat teliti agar gejala yang diamati dapat dipelajari dengan akurat.
Mengukur adalah kemampuan untuk membandingkan sesuatu yang ingin diukur dengan sesuatu yang lain yang sejenis dan ditetapkan sebagai satuan. Dalam kehidupan sehari hari kita banyak melakukan sesuatu kegiatan pengukuran.
Sebenarnya pengukuran tidak hanya mutlak bagi fisika tetapi juga bagi bidang ilmu fisika lain termasuk aplikasi dari ilmu tertentu. Dengan kata lain tidak ada teori, prinsip maupun hukum dalam ilmu pengetahuan alam yang dapat diterima kecuali jika disertai dngan hasil pengukuran yang akurat. Dengan demikian pengukuran itu didefinisikan sebagai suatu proses membandingkan suatu besaran dengan besaran (sejenis) yang dipakai sebagai satuan.
Semua ilmu mengandalkan pada pengukuran dan itu membantu pada tujuan utama. Mengukur berarti membandingkan suatu besaran standar yang telah didefinisikan sebelumnya. Oleh karena itu, para ilmuan menetapkan besaran besaran standar.
Ketepatan pengukuran merupakan hal yang sangat penting di dalam fisika untuk memperoleh data/hasil dari suatu pengukuran yang akurat dan dapat dipercaya. Suatu pengukuran selalu disertai oleh ketidakpastian. Berapa penyebab ketidakpastian tersebut antara lain adanya nilai skala terkecil, kesalahan kalibrasi, kesalahan titik nol, kesalahan pegas, adanya gesekan, kesalahan paralaks, flukturasi parameter pengukuran dan lingkungan yang paling mempengaruhi serta keterampilan pengamat. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengukuran yaitu:
1.      Nilai skala terkecil alat ukur(NST)
Pada setiap alat ukur terdapat suatu nilai skala yang tidak dapat lagi dibagi bagi,inilah yang disebut nilai skala terkecil.
2.      Ketidakpastian pada pengukuran tungal
Pada pengukuran tunggal ketidakpastian umumnya digunakan bernilai setengah dari nilai skala terkecil untuk suatu besaran x maka ketidakpastian pada pengukuran mutlaknya adalah x = ½ NST
3.      Ketidakpastian pada pengukuran berulang menggunakan kesalahan ½ rentang
Pada pengukuran berulang, ketidakpastian dituliskan tidak lagi seperti pada pengukuran tunggal. Kesalahan ½ rentang merupakan salah satu cara untuk menyatakan ketidakpastian dalam percobaan pada pengukuran berulang.
4.      Angka berarti (significant figures)
5.      Ketidakpastian dalam fungsi variabel (perambatan ketidakpastian)

Dalam ilmu fisika, ada beberapa alat ukur yang sering digunakan, seperti jangka sorong, mikrometer sekrup, penggaris dan lain lain.

Jangka Sorong
Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya mencapai 0,1 mm digunakan biasanya untuk mengukur panjang, lebar dan diameter luar dalam suatu benda.
Jangka sorong memiliki dua rahang, yaitu rahang tetap dan rahang sorong. Pada rahang tetap terdapat skala utama dan pada rahang sorong terdapat skala nonius atau skala vernier. Skala nonius ini panjangnya 9mm yang terbagi menjadi 10 skala dengan tingkat ketelitian 0,1 mm.
Hasil pengukuran dengan jangka sorong ditentukan berdasarkan angka pada skala utama (angka pasti) ditambah angka pada skala nonius yang dihitung dari 0 sampai dengan garis skala nonius yang berimpit dengan skala utama.

Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian tertinggi. Tingkat ketelitian mikrometer sekrup mencapai 0,01 mm atau 0,001 cm. Dengan ketelitiannya yang sangat tinggi , mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur dimensi luar dari benda yang sangat kecil maupun tipis seperti kertas, pisau silet, maupun kawat. Secara luas, mikrometer sekrup digunakan sebagai alat ukur dalam teknik mesin elektro untuk mengukur ketebalan secara tepat dari blok blok , luar dan garis tengah dari kerendahan dan batang batang slot.
Mikrometer sekrup memiliki 3 jenis umum pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut:
1.      Mikrometer luar
Alat ukur yang dapat mengukur dimensi luar dengan cara membaca jarak antara dua muka ukur sejajar yang berhadapan , mikrometer ini biasa digunakan untuk mengukur diameter kawat, tebal plat dan tebal batang.
2.      Mikrometer dalam
Alat ukur yang dapat mengukur dimensi dalam dengan cara membaca jarak antara dua muka ukur sferis yang saling membelakangi, mikrometer jenis ini sering digunakan untuk mengukur diameter dari sebuah lubang.
3.      Mikrometer kedalam
Mikrometer kedalam digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkah langkah dan slot slot, mikrometer jenis ini sering digunakan untuk mengukur kedalaman dari suatu lubang.
Skala pada mikrometer sekrup ada dua yaitu:
-skala utama => yaitu skala pada pegangan yang diam (tidak berputar) ditunjuk oleh bagian kiri pegangan putar dari mikrometer sekrup.
-skala nonius => skala pada pegangan putar yang membentuk garis lurus dengan garis mendatar skala diam dikalikan 0,01 mm.

Mikrometer sekrup merupakan suatu alat presisi, oleh karena itu, penggunaannya harus benar dan kebersihannya harus tetap dijaga untukmemberikan hasil yang memuaskan.
Mikrometer sekrup memiliki skala nonius putar yang terdiri atas 50 skala yang sama harganya dengan jarak satu skala utama.

Penggaris (Mistar)
Mistar atau penggaris adalah salah satu alat ukur panjang yang paling sederhana, yang digunakan dalam kehidupan sehari hari.
Skala terkecil dari mistar adalah 1mm atau 0,1cm ketelitian mistar adalah ½ x skala terkecil yaitu 0,05cm atau 0,5mm. Dengan ketelitian 0,05cm ini, maka mistar dapat digunakan untuk mengukur panjang sebuah buku atau pensil.

Angka Penting
Angka penting adalah angka hasil pengukuran atau angka yang diketahui dengan “cukup baik” berdasarkan keandalan alat ukur yang dipakai.
Hasil pengukuran berupa angka angka atau disebut sebagai hasil numerik selalu merupakan nilai pendekatan. Pada umumnya hasil pengukuran sebuah benda mengandung arti bahwa bilangan yang menyatakan hasil pengukuran tersebut. Jika sebuah tongkat ditulis panjangnya 15,7 cm secara umum panjang batang tersebut telah diukur sampai dengan perpuluhan sentimeter dan nilai eksaknya terletak diantara 15,65 hingga 15,75cm.
Berikut aturan angka penting yang umum:
1.      Angka yang bukan nol adalah angka penting
2.      Angka nol disebelah kanan tanda desimal dan tidak diapit bukan angka nol, bukan angka penting.
3.      Angka nol yang terletak disebelah kiri angka bukan nol atau setelah angka desimal angka bukan angka penting.
4.      Angka nol yang yang berada diantara angka bukan nol angka penting.
5.      Angka nol yang terletak disebelah angka bukan nol termasuk angka penting.


























BAB II
PROSEDUR KERJA
2.1  ALAT DAN BAHAN
ALAT :
1.      Jangka Sorong
Digunakan untuk mengukur panjang dan tebal benda dengan ketelitian 0,02 atau 0,05 mm tanpa kesalahan praktek.
2.      Mikrometer Sekrup
Digunakan untuk mengukur jarak benda atau mengukur diameter benda
3.      Penggaris
Untuk mengukur panjang balok, panjang kawat dan panjang plat besi.
4.      Gelas Ukur
Digunakan untuk mengukur volume benda, baik zat cair maupun zat padat
5.      Benda uji berbentuk selinder
6.      Benda uji berbentuk kawat
7.      Benda uji berbentuk balok
8.      Benda uji berbentuk plat besi
9.      Benda uji berbentuk carran
10.  Benang tebal

2.2  CARA KERJA
a.       Pengukuran Balok
1.      Panjang balok diukur menggunakan penggaris sebanayak 8 kali
2.      Lebar dan tinggi diukur dengan jangka sorong minimum 8 kali
b.      Pengukuran Kawat
1.      Panjang balok diukur dengan menggunakan penggaris, gunakan benang sebagai alat bantu untuk mengukur panjang kawat bila kawat yang digunakan tidak lurus sempurna.
2.      Diameter kawat diukur menggunakan micrometer sekrup minimum sebanyak 8 kali
c.       Pengukuran volume air
1.      Bejana / gelas ukur ditimbang kosong
2.      100 ml air dimasukkan kedalam gelas ukur, kemudian ditimbang dan ditentukan massa air.
3.      Gelas ukur dikosongkan lagi, 100 ml air dimasukkan dan ditimbang.
4.      Diulangi minimum sebanyak 8 kali.
d.      Pengukuran benda berbentuk selinder ( berlobang )
1.      Tinggi selinder diukur dengan jangka sorong sebanyak 8 kali
2.      Plat diukur menggunakan micrometer, masing-masing 8 kali.





















2.3  SKEMA ALAT





                                         4
                                                         3                               
                                    2                                                      1


                                           
                                                                 
                                                                                           
keterangan:
1.      micrometer sekrup
2.      jangka sorong
3.      timbangan
4.      gelas ukur



Minggu, 22 September 2013

Algoritma dan Pemograman (modul3)


Assalamu'alaikum, 

udah lebih setahun gak ngpost, nih ada sedikit pencerahan bagi yang membutuhkannya :) semoga membantu ;)


Penggunaan Operator dalam program Pascal
Operator digunakan untuk menyatakan suatu perhitungan/operasi. Di dalam suatu operasi dapat terdapat banyak operator. Urutan eksekusi dari operator-operator disebut juga operator precedence. Precedence yang lebih rendah akan dieksekusi belakangan, misalnya:
A = 20 + 5 * 3
Karena precedence operator * lebih tinggi daripada operator + maka nilai A adalah 35, diperoleh dari perkalian 5 dan 3, kemudian dijumlahkan dengan 20. Untuk mendahulukan eksekusi precedence yang lebih rendah dapat digunakan tanda ( dan ) sebagai contoh:
A = (20 + 5) * 3
Variabel A akan memiliki nilai 75, diperoleh dari penjumlahan 20 dan 5, kemudian dikalikan 3.

Dalam bahasa pemrograman, sebuah proses dibagi menjadi:
1.    Operand à berupa variabel atau nilai.
2.    Operator à tanda-tanda yang dipakai untuk mengolah.
Terdapat banyak jenis operator, yaitu:
·           Assignment operator (operator pengerjaan)
Ditandai dengan simbol titik dua diikuti oleh tanda sama dengan (:=), digunakan untuk memberi nilai ke suatu variabel / untuk memberi nilai suatu identifier.
·           Arithmatic operator (Binary Operator)
Digunakan untuk pengolahan nilai matematika / mengoperasikan dua buah operand yang berbentuk konstanta ataupun variabel.  Operator ini digunakan untuk operasi aritmatika yang berhubungan dengan nilai tipe data Integer dan Real.
Operasi yang dilakukan adalah :
a.    Operator  +, digunakan untuk melakukan penjumlahan.
ü  Bila tipe Operandnya real dan real, maka tipe hasilnya real.
ü  Bila tipe Operandnya integer dan integer, maka tipe hasilnya integer.
ü  Bila tipe Operandnya real dan integer, maka tipe hasilnya real.
b.    Operator  –,  digunakan untuk melakukan pengurangan.
ü  Bila tipe Operandnya real dan real, maka tipe hasilnya real.
ü  Bila tipe Operandnya integer dan integer, maka tipe hasilnya integer.
ü  Bila tipe Operandnya real dan integer, maka tipe hasilnya real.
c.    Operator *, digunakan untuk perkalian.
ü  Bila tipe Operandnya real dan real, maka tipe hasilnya real.
ü  Bila tipe Operandnya integer dan integer, maka tipe hasilnya integer.
ü  Bila tipe Operandnya real dan integer, maka tipe hasilnya real.
d.    Operator  /, digunakan untuk pembagian bilangan real.
ü  Bila tipe Operandnya real dan real, maka tipe hasilnya real.
ü  Bila tipe Operandnya integer dan integer, maka tipe hasilnya real.
ü  Bila tipe Operandnya real dan integer, maka tipe hasilnya real.
e.    Operator div, digunakan untuk melakukan pembagian bilangan bulat.
ü  Bila tipe Operandnya integer dan integer, maka tipe hasilnya integer.
f.     Operator mod yang digunakan untuk mendapatkan sisa dari pembagian.
ü  Bila tipe Operandnya integer dan integer, maka tipe hasilnya integer.
·           Comparison / Relational operator
Digunakan untuk perbandingan 2 nilai operand sehingga menghasilkan nilai true dan false. Operand yang dibandingkan harus memiliki tipe data yang sama, kecuali untuk bilangan bulat (bertipe integer) dan bilangan pecahan (bertipe real atau float).
Ditandai dengan:  
=                      sama dengan
<>                    tidak sama dengan
>                      lebih dari
>=                    lebih dari sama dengan
<                      kurang dari
<=                    kurang dari sama dengan
IN                    seleksi dari anggota himpunan
·           Logical operator (Bitwise Operator),
Digunakan untuk perbandingan logika antara dua pernyataan atau lebih / untuk operasi bit per bit pada nilai integer.
Acuan bilangan desimal ke bilangan biner yaitu:
Desimal
Binner
0=0
0
1=20
1
2=21
10
4=22
100
8=23
1000
16=24
10000
32=25
100000
dst
dst
Contohnya: bilangan biner dari 35 yaitu:
35= 32          100000
       2           100
       1               1
                     100101
Maka bilangan biner dari 35 adalah 100101.
Operator ini ditandai dengan:
a.      Operator Not →           digunakan untuk pembalikan bitwise, yaitu nilai 1 bit menjadi bit 0 dan sebaliknya nilai bit 0 menjadi bit 1
b.      Operator And → digunakan untuk membandingkan dua buah elemen, hasilnya akan benar bila keduanya benar. Bila logika benar diberi simbol 1 dan logika salah diberi simbol 0.
A
B
A and B
1
1
1
1
0
0
0
1
0
0
0
0
Operator And bekerja dengan membandingkan bit demi bit dari elemen-elemen yang dibandingkan, sebagai berikut.
         12 nilai binarinya adalah 01100
         23 nilai binarinya adalah 10111
         12 AND 23 bernilai         00100 adalah 4 (22)
c.      Operator Or → digunakan untuk membandingkan dua buah elemen, hasilnya akan benar bila salah satu atau keduanya benar. Bila logika benar diberi simbol 1 dan logika salah diberi simbol 0.
A
B
A or B
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
0
0
Misalnya ungkapan 12 or 23 akan bernilai 31, dengan cara:
12 nilai binarinya adalah  1100
23 nilai binarinya adalah 10111
12 or 23 bernilai 11111 adalah 31 (24+23+22+21+1)=(16+8+4+2+1)
d.      Shift Xor →  digunakan untuk membandingkan dua buah elemen, hasilnya akan benar bila salah satunya saja yang benar. Bila logika benar diberi simbol 1 dan salah diberi simbol 0.
A
B
A or B
1
1
0
1
0
1
0
1
1
0
0
0
Misalnya ungkapan 12 Xor 23 akan bernilai 27 didapat dari:
         12 nilai binarinya   1100
         23 nilai binarinya 10111
         12 Or 23 bernilai  11011 adalah 27 (24+23+22+1)=(16+8+2+1)
e.      Operator Shl → digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kiri dengan nilai bit 0 atau menambah jumlah nol (0) ke kanan.
Misalnya ungkapan 5 shl 2 akan bernilai 20 didapat dari:
         5 nilai binarinya adalah 101
         Digeser 2 bit ke kiri (ditambah nilai 0 sebanyak 2 buah) menjadi 10100= 20
f.       Operator Shr → digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kanan dengan nilai bit 0 atau membuang angka paling kanan
Misalnya ungkapan20 shr 2 akan bernilai 5 didapat dari:
         20 nilai binarinya adalah 10100
         Digeser 2 bit ke kanan (dibuang 2 bit dari kanan) menjadi 101= 5
·           Unary operator
Operator ini menggunakan sebuah operand saja, dapat berupa unary minus dan unary plus. Unary minus digunakan untuk menunjukkan nilai negatif, baik pada operand numerik, real maupun integer. Unaru plus adalah operator untuk memberi tanda plus.
Contoh : +2.5,  a+(-b) dll
·           Pointer Operator
Operator pointer digunakan untuk melakukan operasi pada operand yang berupa pointer. Pada bahasa Pascal, digunakan tanda ^ sebagai deference pointer.
·           Address operator
·           Set operator
Digunakan untuk operasi himpunan.
·           String operator
Digunakan untuk operasi string. Hanya ada sebuah operator string saja, yaitu operator + yang digunakan untuk menggabungkan dua buah nilai string.
Contoh :
Nama1 := ‘Sistem’;
Nama2 := ‘Komputer’;
Nama3 := ‘Nama1+Nama2’;
Maka, hasil yang didapat adalah Sistem Komputer.

Tipe data numerik integer dan numerik real
1.    Tipe Data Numerik Integer
Tipe data integer adalah bilangan yang tidak mempunyai titik desimal  / bilangan pecahan. Ciri-ciri tipe data integer adalah :
1.    Bilangan atau angka yang tidak memiliki titik desimal atau pecahan, seperti 10, +225, -10,+25.
2.    Tipe dituliskan sebagai integer atau int
3.    Jangkauan nilai bergantung pada implementasi perangkat keras komputer, misalnya dari -11 s/d +12; untuk algoritma tidak kita batasi.
4.    Operasi aritmetik yaitu : tambah(+), kurang(-), kali(*), bagi(/), sisa hasil bagi(%)
5.    Operasi pembanding yaitu : lebih kecil(<), lebih besar(>), sama(=), tidak sama(<>).
Data numerik integer merupakan nilai bilangan bulat baik dalam bentuk desimal maupun hexadesimal. Nilai integer hexadesimal diawali dengan tanda dollar ($). Turbo Pascal menyediakan 5 macam tipe data integer yang masing-masing mempunyai jangkauan nilai yang berbeda, yaitu:
Tipe
Ukuran Memori
Jangkauan Nilai
Byte
1 byte
0..255
Shortint
1 byte
-128..127
Integer
2 byte
-32768..32767
Word
2 byte
0..65535
Longint
4 byte
-2147483648..2147483647
Operator yang dapat digunakan pada data tipe integer :
·         + (penjumlahan)
·         - (pengurangan)
·         * (perkalian)
·         div (pembagian)
·         mod (sisa pembagian)

2.    Tipe Data Numerik Real
Tipe data real adalah bilangan yang mengandung pecahan, minimal harus ada satu digit sebelum dan sesudah titik desimal. Contoh bilangan real: 34.265 -3.55 0.0 35.997E+11, dimana E merupakan simbol perpangkatan 10. Jadi 452.13 mempunyai nilai sama dengan 4.5213e2. Ciri-ciri tipe data real adalah :
v   Bilangan atau angka yang bisa memiliki titik desimal atau pecahan, dan ditulis seperti 235.45, +13.99, -87.76 atau dalam notasi ilmiah seperti  1.245E+03, 7.45E-02.
v  Tipe dituliskan sebagai  real
v  Jangkauan nilai bergantung pada implementasi perangkat keras komputer, misalnya dari -2.9E-39 s/d +1.7E+38, untuk algoritma tidak dibatasi.
v  Operasi aritmatik dan pembandingan juga berlaku bagi bilangan biasa.
Nilai konstanta numeril real berkisar dari 1E-38 sampai dengan 1E+38 dengan mantisa yang signifikan sampai dengan 11 digit. E menunjukkan nilai 10 pangkat. Nilai konstanta numeril real menempati memori sebesar 6 byte.
Type variabel yang beguna untuk pengolahan data yang tidak bulat, untuk type real ini juga terbagi atas beberapa :
Type
Jangkauan
Ketelitian
Ukuran
Real
2.9e-39..1.7e38
11-12 digit
6 bit
Single
1.5e-45..3.4e38 ³ 7-8
7-8 digit
4 bit
Double
5.0e-324..1.7e308
15-16 digit
8 bit
Extended
3.4e-4932..1.1e4932
19-20 digit
10 bit
Comp
-9.2e18..9.2e18
19-20 digit
8 bit
Untuk pengolahan tipe variabel integer dan real di sediakan berbagai jenis operator antara lain:
Operator
Integer Type
Real Type
+
Penjumlahan
Penjumlahan
-
Pengurangan
Pengurangan
*
Perkalian
Perkalian
/
Pembagian
Pembagian
DIV
Hasil bagi

MOD
Sisa Bagi

Operator yang dapat digunakan pada data tipe real adalah :
·      + (penjumlahan)
·      - (pengurangan)
·      * (perkalian)
·      / (pembagian)

Mendefinisikan Permasalahan
Yang dimaksud mendefinisikan permasalahan yaitu harus mengerti dengan baik mengenai permasalahan apa yang ingin diselesaikan. Contoh:
a)    Permasalahan menghitung luas persegi, dengan data yang diketahui adalah sisi-sisi persegi tersebut.
b)   Permasalahan menampilkan bilangan dengan kelipatan tertentu dari 0 hingga range tertentu.
Setelah mengetahui dengan baik mengenai permasalahan yang ingin diselesaikan, langkah selanjutnya yaitu membuat rumusan algoritma untuk memecahkan masalah. Rumusan tersebut dapat disusun dalam bentuk pseudocode ataupun flowchart.      
Apabila langkah 1 dan 2 belum melibatkan bahasa pemrograman, maka langkah ketiga ini telah mulai melibatkan bahasa pemrograman Pascal. Implementasi tersebut mengacu pada algoritma yang telah disusun pada langkah sebelumnya, baik itu variabel-variabel yang digunakan maupun alur program.
PEMBAHASAN

LATIHAN PRAK 1.

1.        ALGORITMA

1)      Mulai
2)      Deklarasi variabel
A, B : integer
Hasil : real
3)      Const / Inisialisasi (tetapkan A:= 50, B:= 20)
4)      Proses
a.       Operator Pangkat
Hasil := Exp(ln(A)*B)
b.      Operator Kali
Hasil := A * B
c.       Operator Bagi
Hasil := A / B
d.      Operator Modulo
Hasil := A MOD B
e.       Operator Divide
Hasil := A DIV B
f.       Operator Tambah
Hasil := A + B
g.       Operator Kurang
Hasil := A - B
5.    Tampilkan Hasil
6.    Selesai





2.        FLOWCHART



 



3.        BAHASA PROGRAM

(*Program Menggunakan Operator*)

Program Operator;
uses crt;
var A, B : integer;
      hasil: real;
begin
    clrscr;
    writeln('Program Operator Test');
    writeln;
    A:= 50;
    B:= 20;
    (*Operator Pangkat*)
    hasil:=Exp(ln(A)*B);
    writeln('A^B= ',Hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Kali*)
    hasil:= A*B;
    writeln('A*B = ',Hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Bagi*)
    hasil:= A/B;
    writeln('A/B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Modulo (Mod)*)
    hasil:= A mod B;
    writeln('A mod B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Devide (Div)*)
    hasil:= A div B;
    writeln('A div B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Tambah*)
    hasil:= A+B;
    writeln('A + B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Kurang*)
    hasil:= A-B;
    writeln('A - B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    repeat until keypressed;
end.


4.        OUTPUT



LATIHAN PRAK 2.

1.      ALGORITMA

1)      Mulai
2)      Deklarasi variabel
A, B : integer
Hasil : real
3)      Masukkan (input) nilai A dan B
4)      Proses
a.       Operator Pangkat
Hasil := Exp(ln(A)*B)
b.      Operator Kali
Hasil := A * B
c.       Operator Bagi
Hasil := A / B
d.      Operator Modulo
Hasil := A MOD B
e.       Operator Divide
Hasil := A DIV B
f.       Operator Tambah
Hasil := A + B
g.       Operator Kurang
Hasil := A - B
5.    Tampilkan Hasil
6.    Selesai

2.      FLOWCHART


 



3.      BAHASA PROGRAM

(*Program Menggunakan Operator*)

Program Operator;
uses crt;
var A, B : integer;
      hasil: real;
begin
    clrscr;
    writeln('Program Operator Test');
    writeln;
    writeln('Ketikkan nilai A dan B!');
    write('A = ');readln(A);
    write('B = ');readln(B);
    writeln;
    (*Operator Pangkat*)
    hasil:=Exp(ln(A)*B);
    writeln('A^B= ',Hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Kali*)
    hasil:= A*B;
    writeln('A*B = ',Hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Bagi*)
    hasil:= A/B;
    writeln('A/B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Modulo (Mod)*)
    hasil:= A mod B;
    writeln('A mod B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Devide (Div)*)
    hasil:= A div B;
    writeln('A div B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Tambah*)
    hasil:= A+B;
    writeln('A + B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    (*Operator Kurang*)
    hasil:= A-B;
    writeln('A - B = ',hasil:4:2);
    writeln;
    repeat until keypressed;
end.
4.      OUTPUT



LATIHAN PRAK 3.

1.      ALGORITMA

1)      Mulai
2)      Deklarasi variabel
A, B   : integer
Logik : boolean
3)      Masukkan nilai A dan B
4)      Proses
ü  Operator Lebih Besar
logik:= A > B
ü  Operatr lebih kecil
logik:= A < B
ü  Operator Sama Dengan
logik:= A = B
ü  Operator tidak sama dengan
 logik:= A <> B
Tampilkan hasil
5)      Tampilkan hasil
6)      Selesai

















2.      FLOWCHART






Oval: Mulai


 




























3.      BAHASA PROGRAM

 (*Program Menggunakan Operator*)

Program Operator;
uses crt;
var A, B : integer;
      logik: boolean;
begin
   clrscr;
   writeln('Program Operator Test');
   writeln;
   write('Inputkan Harga A: ');readln(A);
   write('Inputkan Harga B: ');readln(B);
     writeln;
     (*Operator Lebih Kecil*)
     Logik:= A < B;
     writeln('A < B = ',logik);
     writeln;
     (*Operator Lebih Besar*)
     Logik:= A > B;
     writeln('A > B = ',logik);
     writeln;
     (*Operator Sama Dengan*)
     Logik:= A = B;
     writeln('A = B = ',logik);
     writeln;
     (*Operator Tidak Sama Dengan*)
     Logik:= A <>  B;
     writeln('A <>  B = ',logik);
     writeln;
     writeln('Tekan Salah Satu Tombol ....!');
     repeat until keypressed;
end.


















4.      OUTPUT